Backlink

Tukeran Banner 468x60
Home » » Pengertian Sistem Koloid

Pengertian Sistem Koloid

Pengertian Sistem Koloid - Wah, langsung bisa update lagi setelah beberapa jam membuat postingan tentang materi kimia juga sejarah koloid dan tutorial blogspot membuat menu top level CSS, kali ini shift-7 akan berbagi kepada sobat tentang Pengertian Sistem Koloid, tentunya dalam berbagai perngertian karena versinya berbeda-beda.
Pengertian Sistem Koloid
Berbagai Pengertian Sistem Koloid :

Istilah koloid pertama kali diutarakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan melalui membran kertas perkamen. Graham menemukan bahwa larutan natrium klorida mudah berdifusi sedangkan kanji, gelatin, dan putih telur sangat lambat atau sama sekali tidak berdifusi. Zat-zat yang sukar berdifusi tersebut disebut koloid.. Tahun 1907, Ostwald, mengemukakan istilah system terdispersi bagi zat yang terdispersi dalam medium pendispersi. Analogi dalam larutan, fase terdispersi adalah zat terlarut, sedangkan medium pendispersi adalah zat pelarut. Sistem koloid adalah suatu campuran heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam zat lain (medium pendispersi). 

Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (?m).

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (+Campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan ataupun suspensi. Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dengan ukuran tertentu dalam medium pendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium dispersi. Fase terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinyu. 

Sistem koloid adalah campuran heterogen, telah diketahui bahwa terdapat tiga fase, yaitu padat, cair dan gas. Dari ketiga fase zat ini dapat dibuat sembilan kombinasi campuran fase zat, tetapi yang dapat membentuk sistem koloid hanya delapan. Kombinasi campuran fase gas dan fase gas selalu menghasilkan campuran homogen (satu fase) sehingga tidak dapat membentuk sistem koloid. 

Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifat heterogen dan stabil. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (?m).

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 ? 10-5 cm ). 

Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki olehlarutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi). 

Koloid adalah campuran yang ukuran partikel zat terdispersi (terlarut) di dalam koloid, terletak antara suspensi dan larutan sejati. Koloid disebut juga dispersi koloid atau sistem koloid.sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dan medium pendispersi dengan ukuran tertentu. 

Dari berbagai pengertian diatas dapat  dimengerti bahwa sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak anatara larutan dan suspensi. Sistem koloid memiliki ukuran diantara larutan dan suspensi , tidak jernih tetapi tidak memisah jika didiamkan, dan tidak dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. 
o Apabila suatu zat dicampur dengan zat lain akan terjadi penyebaran secara merat dari zat satu ke zat yang lain yang disebut debgan sistem dispersi. 
o Sistem dispersi adalah pencampuran secara merata antara dua zat atau lebih. Sistem disperse terdiri dari dua bagian, yaitu fase terdispersi (komponen yang jumlahnya lebih sedikit) dan pendispersi (komponen yang jumlahnya banyak). Berdasarkan perbedaan ukuran zat yang terdispersi. Sistem dispersi dibedakan menjadi larutan koloid dan suspensi.

Pengertian Sistem Koloid

1. Larutan 
Larutan merupakan campuran yang bersifat homogen. Ukuran partikel zat terlarut di dalam suatu larutan lebih kecil 10-7 (<1nm)>. 

2. Suspensi 
Suspensi adalah disperse zat padat dalam air atau campuran heterogen yang terdiri dari partikel-partikel padat dalam suatu cairan yang bila dibiarkan akan mengendap ke bawah karena pengaruh gravitasi. Zat terdispersi pada suspensi merupakan zat padat berukuran cukup besar. Oleh karena zat terdispersi memiliki ukuran yang cukup besar, medium pendispersi (air) tidak mampu menahannya sehingga padatan tersebut mengendap. Ukuran partikel zat yang terdispersi dalam suspensi lebih besar dari 10-5 cm (> 100 nm) sehingga masih dapat diamati. Contoh : pasir dilarutkan dalam air. 

3. Koloid 
Koloid disebut juga disperse koloid atau suspensi koloid, adalah campuran yang ukuran partikelnya terletak antara suspensi dan larutan sejati. Ukuran partikel koloid lebih kecil dibandingkan partikel-partikel suspensi, tetapi lebih besar dibandingkan partikel-partikel larutan. Ukuran partikel koloid antara 10-7 - 10-5 cm (1 nm ? 100 nm).

Perbandingan antara larutan, koloid dan suspensi
ASPEK LARUTAN
(Dispersi Molekuler)
KOLOID
(Dispersi Koloid)
SUSPENSI
(Dispersi Kasar)
Bentuk campuran Homogen Tampak homogen Heterogen
Kestabilan Stabil Stabil Tidak stabil
Pengamatan mikroskop Homogen Heterogen Heterogen
Jumlah faseSatu Dua Dua
Sistem disperse Molekuler Padatan halus Padatan kasar
Pemisahan dengan cara penyaringan Tidak dapat disaring Tidak dapat disaring dgn kertas saring biasa, kecuali dengan kertas saring ultra Dapat disaring
Ukuran Partikel <10-7 cm, atau <> 10-7 cm - 10-5 cm, atau 1 nm - > 10-5 cm atau > 100 nm
Contoh larutan gula, larutan garam, larutan alkohol, larutan cuka, larutan gas dalam udara, larutan zat yang digunakan dalam laboratorium dan industri susu, kanji, cat, asap, kabut, buih sabun, dan busa campuran pasir dengan air, air dengan kopi, minyak dengan air, tanah liat dengan air

Komponen koloid dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1. Fase terdispersi
? Partikel materi yang tersebar merata dalam suatu medium.
2. Medium pendispersi
? Medium partikel ateri yang tersebar.

Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid:
Jenis industri Contoh aplikasi
Industri makanan Keju, mentega, susu, saus salad
Industri kosmetika dan perawatan tubuh Krim, pasta gigi, sabun
Industri cat Cat
Industri kebutuhan rumah tangga Sabun, deterjen
Industri pertanian Peptisida dan insektisida
Industri farmasi Minyak ikan, pensilin untuk suntikan

Cukup sekian Pengertian Sistem Koloid yang dapat shift-7 sampaikan, semoga dengan adanya tulisan ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Kangapipwae Blog
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Blogroll

Visitor

Follow On Twitter

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Blog Archive

Postingan Populer